Santri Pesantren Darul Mursyid Ikuti Kompetisi Nasional Berbasis Riset

Setiap prestasi akan mengukir sejarah yang tentunya bermanfa’at untuk kemajuan pendidikan di negeri tercinta ini. Meskipun pada kondisi pandemi covid 19 dan dilakukan secara daring, tetapi tidak menurukan semangat peserta didik untuk mengikuti kompetisi sampai ke tingkat nasional.

Pesantren Darul Mursyid (PDM) yang beralamat di desa Sidapdap Simanosor Kec. Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan yang biasanya unggul dalam bidang kompetisi sains, kali ini mencoba lagi untuk mengunjukkan kemampuannya dalam bidang penelitian pada perlombaan KOPSI (Kompetisi Penilitian Siswa Indonesia) 2021 tingkat SMA/MA. Kompetisi ini diikuti  543 Sekolah Negeri dan 172 Sekolah Swasta seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Getty Oktarina Pulungan sebagai pembinaan karya tulis ilmiyah Pesantren Darul Mursyid.

Lebih lanjut Getty Oktarina menjelaskan, Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI) merupakan upaya menumbuhkan karakter ilmiah, melalui kegiatan kompetensi penelitian diharapkan  peserta didik dapat mewujudkan kemerdekaan berpikir peserta didik. Kompetisi ini sendiri diselenggarakan oleh pusat prestasi nasional setara dengan Kompetisi Sains Nasional (KSN) yang dikelola oleh Kemdikbud. Kompetisi ini dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah penggunggahan proposal yang dilakukan pada bulan juni 2021. Sedangkan tahap kedua adalah setelah lolos tahap proposal, baru peserta didik melaksanakan penelitan. Tahap ketiga setelah tahap penelitian, baru dilakukan seleksi lagi untuk menjadi finalis, dan berhak untuk mendapatkan medali.  Adapun bidang yang diikuti oleh Santri Pesantren Darul Mursyid (PDM) adalah bidang Ilmu Sosial dan Humaniora dengan tema, ”Peran Masyarakat Dalam Pelestarian Hadangan.”

Alhamdulillah, Santri Pesantren Darul Mursyid (PDM) atas nama Muhammad Riva’i dan Riski Nasution berhasil lolos pada tahap pertama, yaitu tahap penggunggahan proposal untuk melakukan penelitian. Selanjutnya kami mohon doa untuk kesuksesan anak kita, agar bisa berhasil pada ajang kompitisi ini. Kompitisi ini diharapkan tidak hanya sekedar untuk mengikuti kompetisi, tetapi harapannya juga bisa mendongkrak daya literasi peserta didik, terutama di masa pandemi covid 19 ini, ungkap Getty Oktarina Pulungan.

Pada kesempatan lain, lanjut Getty Oktarina, melalui kompitisi ini, Santri Pesantren Darul Mursyid juga diharapan mampu untuk meningkatkan integritas, kemampuan berpikir dan memliki kepedulian sosial, terutama dalam hak ke’arifan lokal masyarakat Tapanuli Selatan. Penelitian tentang hadangan adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan daya kreatif peserta didik sekaligus mengangkat budaya masyarakat Tabagsel.

Sementara itu, Drs Yusri lubis sebagai Direktur Pesantren Darul Mursyid mengatakan bahwa “untuk mengukir prestasi kita harus bisa menghasilkan banyak prestasi. Dengan prestasi itu, kita akan dikenal sebagai calon intelektual muslim yang siap bersaing pada lomba-lomba yang bergengsi, termasuk penelitian ilmiyah dalam tingkat nasional maupun internasional.”

Selanjutnya Ja’far Syahbuddin Ritonga, DBA sebagai Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga mengaku sangat bersyukur atas prestasi-prestasi yang disumbangkan oleh kedua santri Pesantren Darul Mursyid pada ajang KOPSI 2021. Ia juga menyampaikan sebuah harapan yang sangat besar sekali kepada semua komponen Pesantren Darul Mursyid untuk mendukung sekaligus mendoakan, agar kedua santri itu bisa lolos pada finalis nanti sehingga prestasi kita terus bertambah terus. “Kita tidak akan pernah berhenti untuk mengejar prestasi, asal masih bisa dijangkau. Lanjutkan untuk kemajuan umat Islam dan bangsa.” tutur Alumni S3 USM Malaysia itu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.