Oleh
Tantomi Simamora, S.Sos.I
Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM)
Kab. Tapanuli Selatan

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (H.R Bukhari)

Setiap muslim yang mengaku beriman sudah sejatinya ia mentadabburi Al-qur’an dan mengamalkannya. Sebab Al-quran adalah sumber utama ajaran Islam sekaligus sebagai petunjuk yang dapat mengantar manusia menjadi mulia. Semua yang berkaitan dengan Al-quran pasti menjadikan kita mulia dan akan dimuliakan oleh Allah Swt sebagai hamba yang ta’at. Karena itu semua umat Islam ingin mempelajari Al-qur’an. Selain kemuliaan, Al-qur’an juga akan memberi syafa’at kepada orang-orang yang selalu setia untuk menemaninya.


Ketika para muslim memiliki banyak disiplin ilmu yang dikuasai, ditambah lagi dengan penguasaan tekhnologi yang begitu berkembang saat ini, tetapi ketika tidak pandai baca Al-qur’an, maka itu adalah suatu ketimpangan yang sangat jauh, sebab pada halikatnya semua ilmu berasal dari Allah Swt. Sejatinya orang yang berilmu tinggi sangat paham untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan Al-quran. Jangan sampai dengan ilmu yang kita kuasai membuat kita sombong sehingga tidak mau belajar Al-qur’an. Ketika ilmu bercampur dengan kesombongan, maka itu akan menjadi jurang kehancuran bagi para penuntut ilmu. Justru seharusnya dengan banyak ilmu akan membawa kita kepada jalan kebenaran, yaitu jalan yang diridhai Allah Swt.


Belajar Al-qur’an tidak hanya kepada orang yang belum pandai membaca dan memahami Al-qur’an, karena belajar Al-qur’an tidak akan ada habis-habisnya. Bahkan semakin mempelajari Al-qur’an, senantiasa akan mendapatkan petunjuk dan ilmunya pasti akan bertambah. Tidak jarang orang yang sudah pandai membaca Al-qur’an lalu dia lupa cara membaca yang benar karena sebelumnya tidak pernah lagi diulang-ulang. Itulah sebabnya kenapa Al-qur’an itu adalah salah satu mukjizat, karena ada banyak hal yang belum kita ketahui dalam Al-qur’an sehingga kita wajib mempelajarinya.


Maka sebagai muslim yang sudah mengaku beriman sudah sejatinya mempelajari Al-qur’an secara mendalam sehingga kelak mendapat kemuliaan yang hakiki. Al-qur’an adalah kitab suci, da dengan kesuciaannya akan memuliakan manusia yang mau mempedomaninya sebagai jalan kehidupan, baik kehidupan di dunia maupun di akhirat. Intinya semua umat Islam wajib belajar Al-qur’an. Tidak ada alasan tidak pandai membaca Al-qur’an, semua Al-qur’an adalah kitab umat Islam yang harus dipahami umatnya. Jangan sampai umat lain lebih paham Al-qur’an dari kita sendiri. Jika itu yang terjadi, maka bukan tidak mungkin akan terjadi simpang siur dalam penafsiran Al-qur’an. Intinya, umat Islam tidak akan pernah bangkit ketika tidak paham dengan Al-qur’an. Meskipun saat ini kita sudah merasa pandai membaca Al-qur’an, tapi jangan pernah berhenti untuk belajar Al-qur’an. Kita tidak boleh sombong, sebab  di dalam Al-qur’an banyak lagi pengetahuan yang lebih bermanfa’at, terutama untuk peningkatan kualitas iman kita masing-masing. Apabila kita sudah pandai membaca Al-qur’an, maka sebaiknya ilmu itu diajarkan. Sebab ilmu itu tidak akan berkembang jika tidak diajarkan. Sebagai mana pepatah arab dikatakan “ilmu yang tak diajarkan bagaikan pohon yang tidak berbuah”.


Kemudian fenomena yang terjadi saat ini adalah tidak sedikit muslim yang sudah dewasa, bahkan sudah lanjut usia yang masih belum pandai membaca Al-qur’an. Tentu hal ini akan menjadi catatan buruk bagi kemajuan agama Islam. Padahal gerakan cinta Al-qur’an saat ini tengah menjadi kebutuhan mendesak yang harus diwujudkan mengingat arus budaya saat ini yang semakin menggelobal. Bahkan saat ini umat Islam tidak hanya dituntut untuk membaca dan memahami Al-qur’an, tetapi harus sampai kepada pengamalannya.


Sejumlah tokoh ilmuan muslim yang menghafal dan mempelajari Al-qur’an, apalagi mereka yang bergerak dari kajian agama seperti Imam Bukhori, Imam syafi’i, Imam Malik, Imam Hanafi dan lain sebagainya, telah membuktikan kepada dunia, bahwa mereka berhasil menjadi intelektual muslim yang didasari dengan pendidikan Al-qur’an. Kita lihat sendiri catatan sejarah, betapa mulianya tokoh-tokoh ilmuan muslim karena mempelajari Al-quran dan mengamalkannya. Ilmu mereka sangat bermanfa’at, bahkan hingga kini ilmu mereka masih dijadikan sebagai rujukan pada kalangan intelektual dunia.


Hanya dengan mempelajari Al-qur’an dan terus berusaha untuk mengamalkannya mudah-mudahan akan mendapat kemuliaan tersendiri di sisi Allah Swt. Maka saat ini yang lagi belajar Al-qur’an, teruslah belajar untuk mendapatkan kemuliaan yang hakiki. Kita tentu yakin bahwa Al-qur’an merupakan kitab suci yang sangat mudah dipahami, sehingga bagi orang-orang yang ingin memahaminya akan diberikan kemudahan, bahkan dengan memahaminya akan menjadi satu cahaya yang menerangi kehidupan ini dari segala kegelapan. Namun cahaya Al-qur’an hanya ditujukan kepada orang-orang yang bertaqwa. Al-qur’an telah menjadi motivator sekaligus menjadi inspirator bagi umat Islam untuk mewujudkan peradabannya, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan. Jika umat Islam jauh dari Al-qur’an, ia laksana kapal tanpa nakhoda, sehingga dalam perjalanannya tidak tentu arah dan tujuan, bimbang dan akhirnya tenggelam.