Menjadi center of islamic excellence (pusat kejayaan peradaban islam) di Sumatera bagian Tenggara pada tahun 2023 merupakan misi terbaru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Muryid (PDM) yang beralamat di desa Sidapdap Simanosor Kecamatan Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara. Untuk pencapaian  keberhasilan misi tersebut, PDM telah membentuk sebuah Divisi khusus yakni Divisi Humas dan Lembaga Pemberdayaan Umat (LPU) yang diharapkan bisa menjadi ujung tombak untuk pencapaian misi 2023, yang di kepalai oleh Asep Safa’at Siregar.

Berkenaan dengan itu, pada hari Kamis tanggal 08 April 2021 PDM telah  menyelenggarakan kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-2 Tingkat Madrasah Binaan Darul Mursyid. MTQ ini di ikuti 18 Kafilah dari 20 madrasah binaan dengan peserta sebanyak 146 orang dalam enam cabang yang diperlombakan yakni Tartil Qur’an, Hufzhul Qur’an, Adzan (untuk shalat subuh dengan qunut), Pidato/Ceramah Islami dan Hapalan do’a sehari-hari. 

MTQ ini merupakan salah satu program LPU Darul Mursyid sebagai bentuk  Pembinaan Madrasah atau pengajian di beberapa desa yang ada di kecamatan Saipar Dolok Hole dan tiga Madrasah / pengajian di Tapanuli Utara. Program ini diharapkan agar keberadaan Pesantren Darul Mursyid ini bisa dirasakan manfaatnya oleh  masyarakat luas. Hal ini disampaikan Asep Safa’at Siregar yang juga sebagai ketua panitia MTQ Tingkat Madrasah Binaan Darul Mursyid.

Dari hasil pelaksanaan kegiatan MTQ, Ia juga melaporkan beberapa point penting yang harus di evaluasi kembali untuk perbaiakan-perbaikan kedepannya.

“ Alhamdulillah kegiatan MTQ berjalan dengan lancar dan kondusif. Namun dari hasil pengamatan dewan Juri/Hakim dan hasil penuturan para guru mengaji dapat saya simpulkan bahwa kuantitas peserta dan kualitas pengetahuan peserta menurun dari kuantitas dan kualitas MTQ sebelumnya. Hal itu disebabkan beberapa faktor: Pertama, pandemi Covid-19 yang mengakibatkan sebagian madrasah tidak melakukan proses belajar mengajar selama 6 bulan bahkan sampai 1 tahun, kembali mengaji karena ingin mengikuti MTQ PDM.

Kedua, Kontrol dan pembinaan dari LPU PDM yang belum maksimal, Insya akan menjadi perhatian serius dari panitia dan Divisi Humas dan Lembaga Pemberdayaan Umat sebagai penanggungjawab.

Ketiga, Kualitas guru mengaji yang tidak merata bahkan beberapa orang belum  memadai. Ke empat,  belum ada dukungan serius dari pemerintah desa, sehingga Madrasah masih berjalan sendiri”.

“Sebagai bentuk apresiasi dan  dukungan PDM untuk meningkatkan kualitas guru mengaji binaan PDM, atas arahan dan dukungan penuh dari Pihak Yayasan, maka PDM  memberikan hadiah umroh kepada pembina yang meraih juara umum satu”, paparnya.

Demikian juga Asep memaparkan tentang hasil perlombaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-2 Tingkat Madrasah Binaan Darul Mursyid bahwa yang keluar sebagai juara umum satu yaitu Madrasah Ar-Risalah binaan Ustadz Yon Hendri Siregar dari desa Sigoring-goring Kec.SD.Hole total nilai 63 dengan perolehan medali sebanyak 8 medali yakni 3 emas, 4 perak, 1 perunggu.

Kemudian Juara umum dua yaitu pengajian malam binaan Bapak Abdul Karim Pasaribu dari desa Hajoran Baru Kec. SD.Hole total nilai 34 dengan perolehan medali sebanyak 4 medali yakni 2 emas, 2 perunggu.

Sementara itu, Juara umum tiga binaan Bapak Mismaruddin asal Banua Rakyat  total nilai 16 dengan perolehan medali sebanyak 2 medali yakni 1 emas dan satu perak.

Bapak Yon Hendri Siregar  pembina  yang telah meraih juara umum satu pada tahun 2017, sesuai konsekuensi maka yang peroleh hadiah umrah di alihkan kepada juara umum dua yakni  Bapak Abdul Karim Pasaribu.

Pada kesempatan yang sama Jafar Syahbudin Ritonga, DBA sebagai Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) yang mengelola PDM mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran  berlangsungnya kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-2 Tingkat Madrasah Binaan Darul Mursyid.

“Alhamdulillah kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-2 Tingkat Madrasah Binaan Darul Mursyid berjalan lancar. Walapun dari laporan ketua panitia menjelaskan adanya penurunan kualitas dan kuantitas peserta, namun saya yakin semua itu dapat kita perbaiki dan meningkatkannya lagi kedepannya. Terlaksananya kegiatan ini di latar belakangi kepedulian kami untuk membangun kecintaan masyarakat khusunya anak-anak pada ilmu islam. Tidak lupa kami juga mohon do’a dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk kejayaan PDM agar tetap bisa berkontribusi untuk kemajuan islam. Sesuai dengan misinya Menjadi center of islamic excellence (pusat kejayaan peradaban islam) pungkasnya dengan semangat.