Darul Mursyid Terapkan Program Pembelajaran E-Learning dengan Aplikasi Youtube.

Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM)  yang beralamat di Sidapdap Simanosor Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan menerapkan program  pembelajaran e-learning semenjak 12 April 2020 kemarin. Hal ini dilakukan karena mematuhi aturan pemerintah untuk belajar dirumah akibat dampak pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, meski hal ini merupakan keputusan terburuk untuk tidak melanjutkan operasional sekolah sebagaimana biasanya, PDM harus ambil tindakan yaitu dengan memulangkan seluruh siswa-siswinya ke rumah masing-masing. Demikian disampaikan Asep Safa’at Siregar sebagai Kepala Divisi Humas & Pemberdaayaan Umat Pesantren Darul Mursyid.

“Pembelajaran menggunakan metode e-learning ini kami nilai dapat menjadi wadah untuk tetap komunikasi dengan para santri kami yang berada di rumahnya. Tidak hanya dalam proses belajar mengajar tapi juga di  pembinaan ibadah dan kebiasaan di asrama tetap kami berlakukan sebagaimana biasanya ketika para santri kami di sisni. Seperti pemberian tugas disetiap mata pelajaran, mengingatkan disetiap waktu sholat wajib dan sunnah, membaca Al-Qur,an di waktu-waktu yang sudah kami tentukan”, ungkap Asep.

Lebih lanjut Asep menambahkan bahwa ada lima hal yang menjadi pertimbangkan bagi Darul Mursyid atas penggunaan aplikasi yang mendukung  metode e-learning yang sedang berlangsung saat ini, yang mana PDM lebih memilih menggunakan aplikasi Youtube karena Pertama:  Proses penyampaian materi lebih komunikatif, antara visual dan audio visual disertai dengan penjelasan yang praktis, karena kemampuan anak berbeda. Ada anak yang lebih mudah mengerti dengan  audio, ada yang visual dan ada gabungan antara keduanya.

Kedua, kompetensi guru akan lebih teruji dalam penguasaan materi. Sehingga butuh persiapan yang  matang, singkat, padat dan tepat. Terlebih lagi bahwa video tersebut bisa diakses oleh siapa saja. Artinya para guru harus siap dengan segala resiko mengakui kesalahannya dan kekurangannya dalam penyampaian materinya. Karena semua penonton untuk bisa memberikan kritik baik & buruk, lanjutnya

Ketiga, Tanggungjawab pelaksanaan pembelajaran lebih serius. Tidak hanya sekedar terlaksana. PDM menyadari bahwa target pencapaian akademik merupakan hal pokok yang harus disikapi dengan serius. Maka apa saja yang dibutuhkan dalam proses e-learning ini mesti terealisasi.

Keempat, Proses e-learning memang membutuhkan biaya (akses) internet sedikit lebih besar dibandingkan dengan e-learning model lain, tapi lagi-lagi pertimbangan kemudahan pemahaman belajar bagi anak yang lebih utama. Karena itu dibutuhkan kerjasama dan kesepahaman antara pihak sekolah dan orang tua santri. Disisi lain tentu PDM juga mau tidak mau harus menyiapkan pembelajaran e-learning dengan biaya yang tidak sedikit seperti, studio pembelajaran beserta tim verifikasi, recording, editing, uploading, dan evaluating.

Kelima, Pandemi Covid-19 ini jangan sampai mematikan kreativitas dalam pelayanan pendidikan kepada peserta didik. Repot, sibuk, perubahan paradigma dan penambahan biaya tentu pasti ada, tapi sekali lagi proses pembelajaran harus tetap terlaksana dengan upaya maksimal dan penuh tanggung jawab, rincinya.

Pada kesempatan yang sama Ahmad Suheili Pulungan sebagai Wakil Direktur Bidang Pendidikan juga menyampaikan harapannya untuk kelancaran dan keefektipan e-learning ini.

“Jarak tidak menjadi penghalang bagi kami untuk tetap berkontribusi ilmu pendidikan dengan siswa-siswi PDM. Kami akan mencari dan melakukan yang terbaik untuk para siswa-siswi kami, salah satunya pemilihan metode e-learning. Di era digital ini, memang banyak aplikasi yang bisa kita gunakan untuk menjadi wadah pembelajaran seperti, group Whatsapp, google classroom, Zoom Cloud, Youtube dan lain-lain. Akan tetapi, kami memilih aplikasi youtube karena aplikasi Youtube lah yang memenuhi target pembelajaran kami. Walaupun untuk pertama kalinya terrealisasi  di PDM, kami yakin 95% siswa-siswi kami bisa mengikuti pembelajaran e-learning ini, karena sebelumnya mereka juga sudah mengikuti ekstrrakurikuler pendidikan komputer di PDM.  Kami juga sudah banyak menerima komentar positif,kritik dan saran  dari orangtua/wali santri kami. Dan kami akan berupaya memperbaiki segala lini kekurangan  dan penambahan fasilitas  untuk kelancaran dan keefektipan pembelajaran e-learning” jelas Suheili.

Pada kesempatan yang sama, Jafar Syahbuddin Ritonga, DBA yang juga sebagai Ketua Umum Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) ini menyatakan bahwa mereka akan terus berupaya meningkatkan pelayanan pendidikan sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan internal PDM.

Lebih jauh Jafar juga menjelaskan bahwa PDM akan terus menjadi ikon lembaga pendidikan yang terus up to date mengikuti perkembangan teknologi. Karena, generasi anak bangsa harus di perkenalkan dengan kemajuan teknologi agar tidak ketinggalan atau gagap teknologi.

“PDM akan terus mengikuti perkembangan teknologi untuk peningkatan pelayanan pendidikan, karena kita harus mempersiapkan generasi yang melek teknologi. Untuk itu, e-learning  ini harus kita maksimalkan meskipun baru pertamakalinya kita realisasikan di PDM ini,” tutur Jafar, alumni S3 di USM Penang Malaysia ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published.