Berpikir Positif

Selalu berpikir positif adalah kunci dari ketenangan dan bersihnya hati, sebab dengan berpikir positif, hati tidak akan pernah gersang; selalu berprasangka baik dan terus bersungguh-sungguh untuk mencapai sebuah keberhasilan. Orang yang berpikir positif tentu akan semakin kuat untuk menghadapi berbagai masalah kehidupan.  Seseorang yang selalu berpkir positif juga akan meyakini bahwa segala sesuatunya bisa dicapai dengan cara berusaha dan berdoa. Namun, apabila usaha dan doa belum dikabulkan oleh Allah SWT, bukan berarti Allah tidak sayang kepada kita. Ketika rencana kita tertunda tidak sesuai dengan keinginan kita, mungkin saja ketertundaan itu adalah sebuah perlindungan dari Allah Swt, karena yang perlu kita pahami, bahwa  Allah hanya memberikan kepada apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Kalau saat ini, rezeki belum berpihak, mungkin, esok, lusa dan seterusnya, akan diberikan Allah kemudahan-kemudahan.

Manusia berencana tetapi yang menentukan adalah Allah Swt. Artinya serapi apapun perencanaan yang sudah kita buat, jika Allah tidak berkehendak maka usaha kita bisa saja berujung menjadi hal yang sia-sia. Namun, bukan berarti kita harus ragu akan kasih sayangnya Allah kepada hambanya, sebab Allah lebih tau apa yang kita butuhkan. Bisa saja yang kita anggap tidak baik justru lebih baik kepada kita, sebaliknya bisa saja yang kita anggap baik justru lebih buruk, bahkan sebenarnya kita tidak menginginkannya. Maka sebagai umat Islam yang mengaku beriman hendaknya selalu berprasangka baik kepada Allah Swt, karena tidak mungkin Allah Swt melakulan hal yang sia-sia.

Adalah benar kata para ulama bahwa berprasangka baik kepada Allah adalah awal mula dari banyaknya amal shaleh, sebaliknya berburuk sangka kepada Allah Swt adalah awal mula dari banyak dosa dan maksiat. Semakin kita husnudzon kepada Allah Swt, maka kebaikan akan selalu tertanam dalam hati sehingga nantinya semua berujung kepada kebaikan yang hakiki. Ibnu Dayyim Al-Jauziyyah pernah mengatakan, “Ketika seseorang semakin berhusnudzon (berbaik sangka) kepada Allah, semakin berharap kepada-Nya, semakin benar tawakkal kepada-Nya, sungguh Allah tidak akan memupus harapannya sama sekali. Allah tidak akan memupus harapan seorang hamba (yang menggantungkan harapan kepada-Nya), tidak pula menyia-nyiakan orang yang beramal.”

Orang yang selalu berbaik sangka kepada orang lain adalah wujud dari kebaikan hati sehingga ia tidak pernah melihat orang lain dengan negatif. Berpikir positif akan selalu membawa kehidupan manusia kepada kedamaian dan kasih sayang. Sebab dengan berbaik sangka maka akan membersihkan hati sehingga dalam berusaha tidak akan pernah putus asa. Jika umat Islam telah berputus asa atas rahmat Allah, tentu sangat diragukan keimanannya. Firman Allah dalam Al-qur’an: “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87)

Kita tentu yakin bahwa Allah Swt adalah maha pemberi, penyayang, maha pemberi rezeki, maha adil, maha bijaksana sampai seterusnya. Semua itu ada pada sifat Allah yang disebut dengan Asmaul Husna atau nama-nama Allah yang penuh dengan nilai kebaikan. Hal ini sudah sangatlah jelas bahwa tidak ada kebaikan yang lebih besar selain dari kebaikan Allah Swt, sebab semua rasa kasih dan sayang berasal dari Allah Swt. Namun, mengapa sebagian manusia tidak meminta atas nama kebaikan Allah Swt, mengapa sebagian manusia tidak meminta rezeki atas nama Allah, mengapa sebagian manusia tidak meminta keadilan atas nama Allah Swt? Padahal semua kebaikan adalah milik Allah Swt.

Kita juga melihat, ada banyak manusia yang diuji dengan kesusahan, tetapi setelah ia melewati masa ujian itu, ia juga menemukan kebahagiaan yang tidak disangka-sangka. Bukankah Allah Swt memberi rezeki yang tidak disangka-sangka kepada orang yang beriman dan bertaqwa. Artinya dalam berusaha jangan lupa untuk berdo’a, dan tetap konsisten dalam melaksanakan kewajiban kita sebagai hambanya Allah Swt, semoga Allah Swt memberi kemudahan dan jalan keluar setiap permasalahan hidup. Allah Swt berfirman: “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).Berdasarkan ayat tersebut, kita semua memiliki harapan yang sama untuk mendapatkan rzeki dari Allah Swt. jika Allah menghendaki, siapapun tidak bisa menghalangi rezeki yang akan kita dapatkan. Disinilah penting kita untuk berprasangka baik kepada Allah Swt. Sulitnya pekerjaan, pandemi yang selesai, resesi ekonomi dan harga bahan yang terus menurun sesungguhnya tidak berpengaruh terhadap pemberian Allah Swt. Semua rezeki adalah kehendak Allah Swt, dan kita tidak boleh berprasangka buruk, sebab prasangka buruk adalah awal dari dosa yang sangat berbahaya, semoga kita semua tergolong kepada orang yang selalu berpikir positif dan husnudzon.    

Leave a Comment

Your email address will not be published.